Renungan Idul Fitri Buya Husein Muhammad
Renungan Idul Fitri Buya Husein Muhammad

(Renungan Idul Fitri) Fa Aina Tadzhabun? Lalu Mau Kemana?

Posted on

Renungan Idul Fitri – Hari raya Idul Fitri telah berlalu dengan membawa kenangan yang indah, suasana hati yang mengharu biru dan perasaan yang menggairahkan. Keceriaan ada di mana-mana. Laki-laki, perempuan, tua, muda, dan anak-anak berbahagia. Orang-orang yang merantau, jauh dari kampung halaman, tempatnya dilahirkan, pulang untuk bertemu dan bersilaturrahim dengan keluarganya, menjalin lagi kemesraan yang pernah dialami dulu kala, saat masih anak-anak. Betapa indahnya hari-hari itu. Andai saja setiap hari seperti ini, dunia terasa bagai di sorga.

Silaturrahim dengan cara berkunjung ke tempat sanak saudara dan handaitolan rasanya hanya ada di Indonesia. Ia adalah tradisi di Nusantara. Dan cara ini sejalan dengan sabda Nabi :

من سره ان يبسط له فى رزقه وينسا له فى أثره فليصل رحمه

Siapa yang ingin dibentangkan rizkinya, dan dipanjangkan umurnya, hendaklah bersilaturrahim”.

Para Bijak Bestari berkata :

زر غبا تزدد حبا

“Berkunjunglah ke rumah sanak keluarga dan handai taulan, niscaya akan menambah kecintaan”.

Kini (setelah Idul Fitri) kita kembali menelusuri perjalanan hidup seperti hari-hari biasa sebelumnya. Dan kita tidak tahu apakah hari-hari kita ke depan masih akan panjang atau pendek. Semuanya tanpa kepastian. Segalanya ada di Tangan Tuhan. Tetapi hidup menurut Nabi adalah sebuah perjalanan. Manusia digambarkan ka ‘abiri sabîl. Bagai pengembara , pelancong, atau touris.

Baca Juga : Israel Versus Piala Dunia (2010)

Al-Qur’ân kemudian bertanya: “Fa Aina Tadzhabûn?” (Lalu Hendak kemanakah kalian akan pergi?).

Tak ada jawaban pasti kecuali kami semua akan pergi menuju ke sebuah titik berhenti untuk kemudian pulang selama-lamanya, kembali ke kepada Tuhan. Di sana kelak semua akan ditanya :

عن عُمُرِهِ فيما أفناهُ وعن جسدِهِ فيما أبلاه
و عَنْ عِلْمِهِ ماذَا عملَ فيهِ وعن ماله من أين اكتسبه؟ وفيمَ أنفقه

Tentang umur. Untuk apa dihabiskan?. Tentang tubuhnya, digunakan untuk apa?. Tentang pengetahuannya, diamalkan untuk apa saja? Tentang hartanya dari mana dan digunakan untuk apa?.

Selamat kembali Menyusuri Jalan

Oleh: Buya K.H Husein Muhammad

(Ulama Nusantara)

One thought on “(Renungan Idul Fitri) Fa Aina Tadzhabun? Lalu Mau Kemana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *